Laporan Wartawan Tribunnews. com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA   kepala Bareskrim Polri menangkap warganet bertanda Muhammad Basmi (43) yang diduga menghina Kepala KSP Moeldoko sebagai pejabat negara di media baik Facebook.

Kadiv Humas Polri Irjen pol Argo Yuwono pun mengungkapkan motif Muhammad Basmi mengunggah status yang dianggap menghina Moeldoko.  

Menurut Argo, pelaku hanya ingin menuangkan ide pikirannya pada media sosial.

Baca juga:   Bareskrim Tangkap Seorang Pria di Koja Terkait Ujaran Kebencian, Diduga Hina Kepala KSP Moeldoko

“Motif memiliki pemikiran ingin memperbaiki kaum Indonesia dan menuangkan ide-ide pikirannya ke medsos, ” kata Argo saat dikonfirmasi, Minggu (18/10/2020).

Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap Muhammad Basmi.

Pemeriksaan dikerjakan Direktorat Siber Bareskrim Polri.

Diberitakan sebelumnya, Bareskrim Polri kembali menangkap seorang warganet yang dianggap menghina pejabat negara pada media sosial.

Baca juga:   Pakai Baju Benduan Bareskrim Polri, Syahganda Nainggolan Pekik Merdeka di Hadapan Awak Media

Kali tersebut, Muhammad Basmi (43) ditangkap penjaga karena unggahannya di Facebooknya.

Muhammad Basmi ditangkap karena dianggap menghina atau melakukan ujaran kebencian kepada Kepala KSP Moeldoko media sosial.

Dia dijerat dengan Undang-undang ITE.

Penangkapan ini pun dibenarkan oleh Kadiv Humas Polri Irjen pol Argo Yuwono. Muhammad Meniadakan ditangkap di rumahnya di daerah Koja Jakarta Utara pada Minggu (18/10/2020) pukul 05. 10 WIB.

“Benar (penangkapan warganet di Jakarta Utara), ” cakap Argo ketika dikonfirmasi, Minggu (18/10/2020).

Baca juga:   BREAKING NEWS: Polri Tetapkan 3 Deklarator KAMI Sebagai Tersangka dan Tahan di Rutan Bareskrim

Penangkapan itu berdasarkan LP/A/590/X/2020/BARESKRIM, tanggal 17 Oktober 2020. Dalam pelaporan tersebut, pelaku dianggap melanggar dengan ujaran kebencian ataupun pasal 28 ayat 2 UU ITE dan atau penghinaan pasal 207 KUHP.

Adapun unggahan yang dipersoalkan adalah Muhammad Basmi menyebut Moeldoko sebagai mantan jenderal bermental komprador dan kolaborator asing.

Dalam kasus ini, Bareskrim menyita 1 unit HP Sony Xeria ZX1 compact warna silver, kartu SIM ponsel dan akun Facebook bernama Muhammad Basmi.

Hingga kini, Muhammad Basmi sudah dibawa ke Direktorat Siber Bareskrim Polri.