TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA –  Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar kembali sidang lanjutan kebakaran gedung utama Kejagung RI, Jakarta, Senin (24/5/2021).

Sidang beragendakan Replik atau tanggapan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas pledoi para terdakwa.

Dalam replik, JPU tetap pada pendiriannya yakni menilai para pekerja telah lalai hingga menyebabkan kebakaran di gedung tersebut.

Dalam sidang, JPU mengatakan dalam perkara itu, tak ada keraguan para terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang ada pada pasal 188 Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

“Perlu dipahami, penuntutan yang dilakukan semata-mata demi kepentingan keadilan dan kepastian hukum serta menjunjung prinsip prevensi umum ataupun prevensi khusus agar peristiwa yang sama tak terulang lagi dan menjadi pelajaran bagi kita semua,” ujar JPU di persidangan, Senin (24/5/2021).

Baca juga: Kejaksaan Agung Ikut Usut Sejumlah Kasus Korupsi di Papua

Adapun pertimbangannya, berdasarkan keterangan Ahli bernama Nurcholis dan Yulianto SN, dibutuhkan waktu minimal kurang lebih 20-30 menit dari bara rokok menuju nyala api.

Kemudian, JPU juga mengambil kesaksian dari saksi ahli Puslabfor, bahwa penyebab api kebakaran karena tersulutnya barang-barang, seperti kayu, kertas, plastik, bekas karpet, bekas wallpaper dan barang yang mengandung sentawa solar serta tinner.

“Bahwa perbuatan terdakwa yang tidak dengan kehati-hatian merokok sambil bekerja, mencampur sampah puntung rokok dengan sisa sampah pekerjaan, yang merupakan bahan mudah terbakar dan membuangnya ke tempat tak semestinya. Akibatnya, membuat kebakaran gedung utama Kejagung RI,” tuturnya lagi.

Di kesempatan yang sama, Made Putra Aditya Pradana selaku pengacara para terdakwa menerangkan pihaknya meyakini ada OB bernama Hendri K orang terakhir yang membersihkan sisa-sisa pekerjaan, tapi JPU tetap bersikukuh para terdakwa inilah yang terakhir kali membersihkan sisa pekerjaan.

Lalu, dalam replik JPU tetap bersikukuh butuh waktu 29 menit puntung roko bisa membakar dan mengenai elemen kertas dan sisa pekerjaan.