Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNNEWS. COM,   KUNINGAN –   Pemilik PO  Putri  Luragung H Nanan  Rukmana meninggal dunia dan almarhum dimakamkan di Luragung, Sabtu (26/9/2020) dini hari.

Pemakaman dilakukan sesuai dengan standar Covid-19.

“Iya Kang, Pak Haji Nanan meninggal negeri di Jakarta, ” ucap Cici salah seorang warga sekaligus tetangga korban, Sabtu (26/9/2020).

Nanan merupakan penguasaha sekaligus suami  dari dokter Shinta yang populer di wilayah Kuningan timur.

“Iya semua keluarga cara di jasa transportasi angkutan umum, ” katanya.

Besar Desa Luragung Landeuh, Ruspandi masa dihubungi mengatakan, mengenai waktu mair dan penyebabnya tidak tahu benar.

Baca: 6. 248 Jenazah Covid-19 Dimakamkan sebab Pemprov DKI Sejak Bulan Maret Lalu

“Namun untuk pemakaman itu dilakukan dengan standar Covid-19, ” katanya.

Almarhum sebelumnya dilakukan pembelaan medis di Rumah Sakti Gatot Subroto, Jakarta.

“Info Pak Nanan meninggal sore serta warga di sini langsung menggali kubur untuk pemakaman almarhum dan sekitar jelang waktu salat Subuh, pemakaman dilangsungkan tanpa disaksikan banyak warga, ” ujarnya.

Ruspandi menceritakan, secara identitas domisili almarhumah merupakan warga Desa Luragung Tonggoh dan memiliki lahan pemakaman anak di Luragung Landeuh.

“Iya kalau KTP beliau orang Luragung Tonggoh, kebetulan pemakaman dikerjakan di lahan makam keluarga, ” katanya.

Menyuarakan: Ibu 3 Anak Tinggal dalam Gubuk Reot Samping Makam Suami, Kerap Dimasuki Ular hingga Kalajengking

Adanya kesibukan pemakamanan almarhum, kata dia, pemerintah desa sudah melayangkan surat suruhan penyemprotan cairan disinifektan di ustaz desa.

“Ya tindakan kami di desa, paling mengambil jalan yang dilalui jenazah sebetulnya kami minta disemprot dan saya perketat aktivitas warga untuk selau waspada dan selalu menggunakan masker serta PHBS (Pola Hidup Suci dan Sehat, red), ” ujarnya.