Masukan Wartawan Wartakotalive. com, Arie Puji Waluyo

TRIBUNNEWS. COM  –   Nikita Mirzani dituntut 6 kamar penjara dengan 12 bulan era percobaan dalam kasus  dugaan aksi pidana penganiayaan dan kekerasan pada rumah tangga (KDRT) terhadap Dipo Latief, mantan suaminya.

Tuntutan itu disampaikan jaksa dalam lanjutan sidang yang berlangsung pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (22/6/2020).

“Menuntut, meminta kepada Majelis Hakim untuk menjatuhkan pidana kepada terdamwa Nikita Mirzani dengan pidana penjara selama enam bulan, dengan ketentuan bahwa pidana tersebut tidak harus dijalani, ” kata JPU Sigit Hendradi pada persidangan.

Mengaji:   Terima Tuntutan Jaksa, Nikita Mirzani: Kan Enggak di Kurungan

Menyuarakan:   Ini dengan Meringankan Tuntutan Jaksa Terhadap Nikita Mirzani

Baca:   Nikita Mirzani: Aku Ini Janda Soleha

“Kecuali jika di kemudian hari ada perbuatan-perbuatan lain yang berhubungan dengan tindak pidana sebelum masa percobaan semasa 12 bulan terakhir, ” tambahnya.

Tuntutan tersebut, menurut Sigit, berdasarkan fakta persidangan.

Baca:   Nikita Mirzani Pengin Nyaleg di 2024, Klaimnya Banyak Parpol Meminang

Baca:   Jadi Nyaleg di 2024, Nikita Mirzani Beberkan Dua Sosok di Belakangnya


Nikita Mirzani vs Dipo Latief (KOMPAS. com/DIAN REINIS KUMAMPUNG, Warta Kota/Arie Puji Waluyo)

Perbuatan ibu tiga budak itu dinyatakan secara sah & meyakinkan melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap Dipo Latief.

“Menyatakan bahwa terdakwa Nikita Mirzani secara sah dan meyakinkan melangsungkan tindakan pidana atau penganiayaan, sebagai itu diancam pidana dalam perkara 351 ayat 1 UU pidana, ” katanya.

Baca:   Nikita Mirzani Menduga Dipo Latief Masih Simpan Cinta

Kemudian, Sigit Hendradi meminta kepada Majelis Hakin untuk mengembalikan bahan bukti beripa asbak rokok serta mobil warna hitam kepada sakso Ahmad Dipo Ditiro.

“Menetapkan agar tersangka Nikita Mirzani membayar biaya mengenai sebesar Rp 2000, ” perkataan Sigit Hendradi.