Laporan Kuli Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIIBUNNEWS. COM, GUNUNGKIDUL – Sekolah tingkat SMA pada Gunungkidul dilaporkan oleh sejumlah pemangku murid.

Sekolah ini diduga melakukan pengurangan anggaran Agenda Indonesia Pintar (PIP) dan dialihkan untuk sumbangan komite sekolah.

D, salah satu pemangku murid yang mengaku melapor ke OmbudsmanRI (ORI) DIY tampak emosional saat bercerita pada Tribun Jogja, Kamis (24/09/2020).

Pokok ia merasa begitu kecewa dengan apa yang dilakukan pihak sekolah.

“Kami bahkan tak pernah mengenal, musyawarah, atau kendati ikut dalam pembentukan komite madrasah tersebut, ” tutur D ditemui di kediamannya.

D menceritakan, kasus tersebut dimulai semenjak anaknya sudah diterima di bagian 10 pihak sekolah pada September 2019 lalu.

Era itu, pertemuan digelar dengan para-para pengampu pelajar dan mengatasnamakan rapat Komite Sekolah.

Baca: VIRAL Cerita Wanita Bersemuka Jodoh Saat Jatuh di Parkiran Sekolah, Lulus SMA Langsung Menikah

Saat pertemuan tersebut, D mengungkapkan pihak madrasah mengajukan permohonan sumbangan dari para-para pelajar baru sebesar Rp dua, 6 juta per tahun. Alasannya untuk pembangunan gedung kesenian.

“Itu pun diberi tenggat waktu pembayaran sampai Februari 2020, ” kata D.