Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK), memberikan tanggapan soal beda kerumunan Pilkada Serentak dan kerumunan yang diciptakan pengikut Rizieq Shihab beberapa waktu lalu.

JK mengatakan, kasus penyungguhan covid-19 di Indonesia tergolong sedikit dibandingkan dengan negara lainnya dengan memiliki penduduk ratusan juta serupa Amerika dan India.

Banyak faktor yang dapat membuat jumlah kasus covid-19 meningkat di sejumlah negara, termasuk terkait ciri kedisiplinan masyarakat dan faktor kebijakan pemerintah.

“Tidak mampu dibandingkan kerumunan Pilkada dengan gerombolan habib Rizieq, ” kata JK saat diwawancara Claudius Boekan, Jumat (4/12/2020).

JK mengucapkan, jumlah kerumunan yang diciptakan sebab kepulangan Rizieq Shihab beberapa waktu lalu diluar dugaan kesiapan pemerintah untuk mengatasi kerumunan.

Baca juga: Mahfud MD Singgung Gerakan yang Membonceng Nama Habib Rizieq Shihab, FPI dan 212

Baca juga: Putri Jusuf Kalla Laporkan Ferdinand Hutahean, Polisi: Masih Tahap Tata laksana

“Memang jauh jumlahnya. Memang orang terkejut, awak terkejut, pemerintah juga tidak siap karena laporan intelijen yang memperhitungkan ada 5. 000-6. 000 pada airport padahal berkali-kali lipat, ” ujarnya.

Menurutnya, penyelenggaraan Pilkada tentu akan berbeda, karena Pilkada sudah dipersiapkan secara sampai oleh pemerintah.

“Pilkada saya kira tidak seperti itu memang pada awalnya saja, pada saat pendaftaran di bulan Juli-Agustus lalu, ” katanya.

Ia mengatakan, puncak gelombang covid-19 diperkirakan akan terjadi diakhir tarikh 2020 hingga awal 2021, pra akhirnya vaksin siap.