TRIBUNNEWS. COM semrawut Sebelum berangkat ke Euro 2020, Gareth Southgate dipusingkan dengan status penjaga gawang utama Timnas Inggris.

Empat penjaga tiang dipanggil ke dalam regu, mulai dari Dean Henderson, Jordan Pickford, Aron Ramsdale hingga Sam Johsnton dipanggil Martyn Margetson sebagai ancang-ancang menuju Euro 2020.

Tidak pernah semoga bagi seorang penjaga gawang Inggris membela panji 3 singa, stigma raja blunder di turnamen sudah menjadi cap buruk bagi itu.

Namun, stigma itu seakan hilang dalam tangan Jordan Pickford.


(kiri) Bek Inggris John Stones, kiper Inggris Jordan Pickford, gelandang Inggris Phil Foden dan bek Inggris Tyrone Mings memeriksa lapangan pra pertandingan sepak bola Agregasi D UEFA EURO 2020 antara Republik Ceko dan Inggris di Stadion Wembley di London pada 22 Juni 2021. (NEIL HALL / POOL / AFP)

Baca juga: Babak 16 Besar Euro 2020, Spanyol yang Gagal Penalti 5 Kali Beruntun Bisa Langsung Gasak Kroasia

Mengaji juga: Janne Andersson Kunci Sukses Swedia di Euro 2020, Andalkan Kolektivitas & Penyesuaian dari Bola Tangan

Pilihan Southgate jatuh kepada Jordan Pickford sebagai penjaga gawang sempurna.

Tentu sekadar pemilihan tersebut mengundang banyak kritik, performa Pickford musim lalu tidak begitu tertib bersama Everton.

Highlightnya adalah di minggu ke-3 kala menghadapi Liverpool, di mana Pickford membuat van Dijk absen had satu musim penuh.

Namun, Pickford terkesan cuek dengan segala kritikan yang datang, dirinya lebih memilih fokus dan menyambut keraguan dengan bukti dalam lapangan.

Sifat yang dibawanya sejak sedang bermain di akademi Sunderland tahun 2012, ketika Pickford dipinjamkan ke Darlington, konsorsium kecil yang berkompetisi dalam divisi 6 Inggris.

Pickford yang sedang berusia 18 tahun, kurun itu digaji hanya andaikata ia bermain, Pickford bujang di debut pertamanya bergabung Darlington, harus berhadapan secara 6. 000 supporter Fleetwood Town dengan situasi dengan tidak kondusif.