Laporan Wartawan Tribunnews. com, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA –  Hingga kini, penularan virus  corona (Covid19) masih terus terjadi.

Pencegahan dan pengobatan COVID-19 diupayakan dengan berbagai pendekatan, salah satunya medis.  

Peneliti Universitas Airlangga (Unair) Tabib Purwati bersama Badan Intelijen Negeri (BIN) dan Gugus Tugas Nasional terus melakukan penelitian untuk memutakhirkan resep penyembuhan COVID-19.

Pihaknya melakukan penelitian terkait dengan regimen kombinasi obat dan juga jenis stem cell yang efektif.

Regimen merupakan komposisi jenis dan jumlah obat serta frekuensi pemberian obat sebagai upaya terapi pengobatan.  

Baca: Kerja Sama Pembuatan Vaksin Corona, Indonesia Jalin Komunikasi dengan Norwegia dan China

Titik tolak penelitiannya berdasarkan prinsip penyakit infeksi, yakni adanya konsep tiga sisi yang terdiri host, lingkungan dan agen.  

“Jadi manusia itu sendiri, virus itu sendiri, serta faktor lingkungan yang apabila dibuat sesuatu hal yang sedemikian rupa sehingga mendukung pertumbuhan virus tersebut, ” ujar Purwati dalam siaran pers BNPB, Jumat, (12/6/2020).

Baca: Jaga Jarak dan Masker Saat Ini Vaksin Pencegah Penularan Covid-19.

Upaya pengobatan yang didukung Gugus Tugas Nasional dalam percepatan penanganan COVID-19 merupakan rangkaian upaya dari pengujian dan pelacakan.

Pengobatan yang dilakukan bersifat medis dan nonmedis. Menurut perempuan bergelar doktor ini, pihaknya dan BIN terus meneliti dan menggunakan regimen untuk pengobatan medis.