Laporan Wartawan Tribunnews. com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Lonjakan kasus positif virus corona atau Covid-19 terjadi di Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Bahkan sempat mengenai angka lebih dari 2. 000 kasus per harinya.

Lantas perlukah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali diberlakukan?

Terkait hal itu, Pemimpin DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengatakan PSBB hanya bisa diterapkan untuk status masyarakat yang memiliki kedisiplinan luhur.

“PSBB bisa diterapkan untuk kondisi masyarakat yang sadar diri dan punya disiplin tinggi, ” ujar Mardani, ketika dihubungi Tribunnews. com , Minggu (12/7/2020).

Menurutnya kondisi saat tersebut tak ubahnya ‘nasi sudah menjadi bubur’. Pasalnya dengan kondisi penyebaran Covid-19 yang sudah hampir global di Indonesia harus ada tiga hal yang dilakukan.

Pertama, Mardani meminta pemerintah kudu memetakan wilayah dengan pembagian warna yang jelas. Peta itu pula harus berdasarkan basis data dengan shahih.

“Dari denah itu bisa diambil kebijakan semacam daerah hijau PSBB bisa diperlonggar, tapi daerah kuning dan merah perlu penguatan PSBB, ” kata pendahuluan dia.

Baca: Masa PSBB, Karaoke Reff Pasti Beroperasi, Digerebek Oleh Satpol PP

Baca: Wagub DKI Sebut Sanksi Mengandung bagi Pelanggar PSBB Hanya 20 Persen Cegah Penularan Covid-19

Kedua, pemerintah harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat di semua wilayah minus terkecuali dan sanksi sosial bisa diterapkan.

Mardani mengungkap para relawan bisa ikut terjun mengawal dan mengedukasi masyarakat.

“Terakhir, istilah new wajar terbukti salah kaprah dan kritis, karena menganggap kondisi sudah back to normal. Jadi ayo saatnya semua bergandeng tangan mengawal teliti pelaksanaan protokol Covid-19, ” tandasnya.