Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Indonesia menegaskan dukungannya kepada Palestina dan menolak program aneksasi Tepi Barat oleh Israel yang akan mengancam perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Dalam konsultasi virtual Dewan Ketenangan PBB, Rabu (20/5/2020) Indonesia mengisbatkan pentingnya tetap menjaga pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG’s) dalam zaman pandemi virus corona atau Covid-19.

“Masih banyak tantangan yang kita hadapi untuk mencapai SDG’s termasuk pandemi Covid-19, ” mengutip keterangan wakil Indonesia di sidang APFSD di twitter @mofa_Indonesia, Agung Pramono.

Aneksasi sendiri berdasarkan kamus besar Isyarat Indonesia (KBBI) adalah pengambilan secara paksa tanah (wilayah) orang (negara) lain untuk disatukan dengan desa (negara) sendiri.

Baca: Viral Tagar #IndonesiaTerserah, Dekan FKUI: Wajar Kalau Petugas Kesehatan Frustasi

Diperlukan refleksi dan rekalibrasi strategi pendirian pasca pendemi Covid-19.

Namun, Indonesia tetap berkomitmen buat mencapai SDG’s dengan menyeimbangkan kemajuan ekonomi, pembangunan sosial dan perlindunga lingkungan sambil memastikan ‘no one left behind’.

“Bersama kita bisa optimis dalam ‘build back better’, ” ujarnya.

Baca: Lautaro Martinez Dapat Dukungan Lionel Messi buat Gabung ke Barcelona

Direktur Timur Tengah Departemen Luar Negeri RI Achmad Rizal Purnama menegaskan, Indonesia akan pasti teguh pada prinsip Solusi Besar Negara untuk perdamaian Israel serta Palestina.

“Apapun agenda terkait aneksasi, prinsip itu yang tidak bisa kita terima sebab menyalahi berbagai macam hukum internasional dan bertentangan dengan two state solution (solusi dua negara), ” ujarnya saat dihubungi.

Rizal mengungkapkan, aneksasi adalah salah satu bentuk hambatan perdamaian, yang malah memupuskan cita-cita Palestina untuk lepas. Terlebih lagi, wilayah yang diambil selama ini dijadikan permukiman gelap oleh Israel.

Baca: Jadwal TVRI Belajar daripada Rumah untuk PAUD, Jumat 22 Mei 2020, Jalan Sesama: Bencana Alam

“Permukiman ilegal itu ditentang PBB, ” katanya.

Asia Pacific Konvensi for Sustainable Development (APFSD) ke 7 sendiri bertujuan untuk mempercakapkan perkembangan dan percepatan pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik.