Petunjuk wartawan Tribunnews. com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) MENODAI memastikan Sistem Pengawasan Pemilu (Siwaslu) siap digunakan mengawasi tahapan pemungutan dan penghitungan suara Pilkada Berbarengan 2020, Rabu (9/12/2020).

“Ini (Siwaslu) sudah diuji jika beberapa kali. Insya Allah dengan sekarang lebih siap ketimbang Siwaslu yang dipakai waktu Pemilu 2019, ” kata Anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin seperti dikutip Tribunnews. com dari laman Bawaslu. go. id, Rabu (9/12/2020).

Siwaslu sendiri adalah sistem penjagaan internal Bawaslu yang bisa memudahkan dan mempercepat input hasil perlindungan di lapangan.

Pola tersebut dipakai oleh petugas kepala di lapangan, dan melaporkan temuan pengawasan secara langsung. Di tepi itu, petugas tetap menuliskan hasil pengawasan dalam form A.

Baca selalu: Ini Konsekuensinya Jika Tidak Ikuti Protokol Kesehatan tubuh Saat Mencoblos di Pilkada Keadaan Ini

Baca juga: Pemerintah: Belum Ada Penundaan Pilkada pada Zona Merah Covid-19

Adapun kejadian menonjol yang bisa dilaporkan salah satunya terkait pembukaan dan penyudahan TPS apakah sesuai jadwal atau melanggar ketentuan.

Pengumpulan Siwaslu itu juga disebut bermanfaat saat terjadi sengketa hasil. Pokok kerap terjadi perbedaan antara dokumen hasil penghitungan suara milik KPPS dengan para saksi.

“Jadi kita sudah bisa tepat rilis, misalnya berapa kira-kira TPS dibuka sesuai jamnya atau tidak, lalu tutupnya sesuai jamnya tidak. Kemudian kejadian menonjol apa. Itu bisa langsung ditarik, ” ucapnya.