TRIBUNNEWS. COM kepala Ledakan besar terjadi di Pokok Kota Lebanon, Beirut, Selasa (4/8/2020).

Dikutip dari BBC. com , ledakan itu menyebabkan sedikitnya 78 orang tewas dan lebih dari 4. 000 orang mengalami luka-luka.

Akibat ledakan tersebut, keburukan parah terjadi di Beirut.

Presiden Lebanon, Michel Aoun mengatakan ledakan itu diduga berpangkal dari 2. 750 ton amonium nitrat yang tersimpan di gudang pelabuhan.


Foto memperlihatkan tempat ledakan pada dekat pelabuhan di ibukota Lebanon, Beirut, pada 4 Agustus 2020. Dua ledakan besar mengguncang ibukota Lebanon, Beirut, melukai puluhan karakter, mengguncang gedung-gedung, dan mengirim asap besar mengepul ke langit. Media Libanon membawa gambar-gambar orang yang terperangkap di bawah puing-puing, kira-kira berlumuran darah, setelah ledakan gembung, yang penyebabnya tidak segera diketahui. (STR/AFP)

Beribu-ribu amonium nitrat itu telah tersimpan selama 6 tahun.

Amonium nitrat itu diturunkan lantaran kapal yang disita pada tahun 2013 dan kemudian disimpan di gudang.

Meski begitu, otoritas Lebanon masih melakukan penyelidikan lebih mendalam terkait ledakan.

Baca: Ini Susunan Peristiwa Usai Ledakan Dahsyat pada Beirut Lebanon Luluh Lantakkan Kota

Memahami Amonium Nitrat

Diduga menjadi penyebab ledakan besar di Beirut, apakah amonium nitrat itu?

Dikutip sebab laman BPOM, amonium nitrat ialah senyawan kimia berwarna putih ataupun transparan.